aliofbabylon:

We live in a world where the Truth is irrelevant, and perception is everything.  

“Do not consider poverty a humiliation nor wealth an honor. Poverty tests your patience. Wealth tests your gratefulness.”

Quran 89:15–16  (Via Sidi Musa Furber)

(Source: hear-the-heartbeat)

19 April / 1,993 notes / via ayain

Kadang-kadang kita tegur mengharapkan seseorang itu berubah pada masa yang sama bukan?

Tidak.
Perubahan mengambil proses yang panjang, yang matang.

Dekati dengan hati, bukan emosi.

Mastura Manap (via myheartbeatsforislam)

19 April / 245 notes / via nengdong

“Being ‘Happy’ is not a sin in Islam, but if the Haram is what is making you happy, then realize that Shaytaan is closer than you think.”

The Daily Reminder (via islamicrays)

“My sins burdened me heavily. But when I measured it against Your grace, O Lord, Your forgiveness came out greater.”

Imam Shafi’ (via islamicrays)

(Source: aidilirman)

dubxepot:

Bercinta dengan Al-quran 😊

(Source: thesoundsofraindrops)

19 April / 95 notes / via dubxepot

tulip-putih:

Malah setelah kau terus-terusan mengadu pada Tuhan,
Engkau masih rasa hatimu penuh dengan ingatan.

Kau tahu,
Allah tahu amat hendak mengisi hatimu dengan apa.

solehahnur:

solehahnur :

semuanya terletak pada diri kita sendiri. kalau ramai yang memberi nasihat tetapi kita tetap juga berdiam diri tanpa ada usaha untuk mengubahnya, memang takkan ada perubahannya.
p/s : Orang lain dah tolong kita, cuma kita yang tak tolong  diri kita. 
jom ubah diri kita sedikit demi sedikit ! ^^

supergadis:

Kerana hanya Tuhan sahaja yang memegang semua rahasia ku dan Tuhan juga yang menjaga aibku.

Adakah manusia bisa seperti itu?